Rabu,11 November 2020, bertempat di Kantor Desa Balauring, diadakan rapat Penataan Lokasi Wisata Pojok Cinta Desa Balauring bersama para nelayan pemilik perahu 1 GT yang berlabuh di sekitar lokasi wisata.Dalam rapat tersebut Pemerintah Desa Balauring,dalam hal ini Kepala Desa Balauring menjelaskan kepada para nelayan bahwa lokasi tempat mereka melabuhkan perahunya adalah lokasi pariwisata untuk itu Kades juga menghimbau para nelayan agar memindahkan perahu mereka di tempat yang disediakan oleh Pemerintah Desa Balauring.

Himbauan tersebut diterima dengan baik oleh para nelayan dengan syarat tempat tambatan perahu yang disediakan oleh Pemdes itu benar – benar layak untuk dijadikan tempat mereka menambatkan perahu.(NHOER)

kegiatan Mini Loka Karya Kampung KB

Hari ini Kamis,10 September 2020 Pemdes Balauring dan P2KBP3A Kab.Lembata mengadakan pertemuan Loka Karya Mini di Jeti Pojok Cinta Desa Balauring.

Dalam pertemuan ini para pengurus pokja di minta membuat perencanaan tentang kegiatan masing2 seksi…..

 

Senin,17 Agustus 2020

Pemerintah Desa Balauring melaksanakan Upacara Bendera memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke 75 tahun.

Kepala Desa Balauring bersama para Undangan

Terlihat Kepala Desa Balauring duduk bersama para undangan yang hadir.

Upacara dilaksanakan di Jeti Pojok Cinta Balauring yang merupakan tempat pariwisata Desa Balauring.

Upacara berlangsung dengan khidmat.

DIRGAHAYU INDONESIAKU….

MERDEKA….MERDEKA….

 

 

Kamis,16 Juli 2020 Pemerintah Desa Balauring melaksanakan kegiatan Sosialisasi Dana Desa.

Sosialisasi tersebut d hadiri oleh Kadis Dinsos-PMD Kabupaten Lembata,Tipikor,Inspektorat Kabupaten Lembata,dan Kasie Pemdes Kec.Omesuri.

Sosialisasi juga dihadiri oleh Tokoh Masyarakat,Tokoh Agama,dll.

Acara Penyambutan Bupati Lembata 02 Juli 2020.

sambutan Bapak BupatiLembata.

Pada kesempatan ini Bapak Bupati Lembata mengajak Pemuda Desa Balauring untuk ikut serta dalm Pembangunan Pariwisata yang ada di Desa Balauring.

Kata sambutan oleh BHABINKAMTIBMAS Desa Balauring

Sabtu,tanggal 09 Mei 2020 BPD Desa Balauring melakukan Musyawarah Desa Validasi dan Finalisasi Data Penerima BLT Dana Desa di Desa Balauring.

Musyawarah tersebut dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing Dusun yaitu dari Tokoh Masyarakat Tokoh Pemuda,Tokoh Agama dan Tokoh Adat,dan juga Perangkat Desa Balauring.

Musyawarah diawali dengan Do’a kemudian sambutan dari Bhabinkamtibmas Desa Balauring,dalam sambutannya Beliau menghimbau kepada peserta musyawarah agar selalu tenang dalam memberikan aspirasi dan selalu mengikuti protokoler kesehatan.Acara selanjutnya adalah sambutan Kepala Desa Balauring “Syarif Pati Pilohi,SH”,Dalam sambutanya Bapak Kepala Desa menyampaikan bahwa data yang di dapat harus sesuai dengan kriteria yang di berikan oleh Pemda Kabupaten Lembata,minimal 9 kriteria keluarga Miskin.

Bapak ketua BPD Desa Balauring “Masri Bahriman” memberikan cukup ruang untuk peserta musyawarah agar dapat memberikan aspirasi mereka dengan baik terkait data BLT tersebut,menurut Pak Ketua BPD,Dampak Covid tidak hanya pada Keluarga Miskin saja tapi hampir semua lapisan masyarakat terkecuali PNS,TNI/POLRI,dan Penerima Bansos lainnya.

Alhasil dari musyawarah Validasi dan Finalisasi tersebut terdata 215 Kepala Keluarga yang terdata dan dianggap layak menerima BLT tersebut.

 

Rabu,12 februari 2020,Desa Balauring mendapat Kunjungan Kerja dari Ketua TP PKK Kabupaten Lembata Ibu Yuni Damayanti,SE.Kunjungan Kerja tersebut Dalam Rangka Uji Petik Lapangan Lomba Program PKK,oleh karena itu PKK Desa Balauring yang diketuai oleh Ibu TP PKK Desa Balauring Ibu Ira Yuannita bersama tim PKK Desa Balauring berpartisipasi langsung dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan di awali dengan sambutan Ketua TP PKK Desa Balauring,dalam sambutannya Ibu Ira Yuannita menyampaikan dan melaporkan kegiatan PKK yang ada di Desa Balauring,dan setelah sambutan Ibu Ketua TP PKK Desa Balauring,dilanjutkan dengan Sambutan Ibu Ketua TP PKK Kabupaten.Dalam sambutannya Ibu Ketua TP PKK Kabupaten memberi apresiasinya kepada PKK Desa Balauring dan Beliau berharap agar kegiatan PKK Desa harus terus aktif.

Setelah kegiatan tersebut ada juga sesi foto bersama.

( nhoer )

 

Selasa,11 Februari 2020.Ketua TP PKK Desa Balauring,Ibu Ira Yuannita mengadakan rapat bersama para anggota PKK Desa Balauring untuk membahas dan mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan pada KUNJUNGAN KERJA IBU KETUA TP PKK KABUPATEN LEMBATA,yang akan berlangsun pada hari Rabu,12 Februari 2020.

Hal – hal yang dipersiapkan adalah buku – buku administrasi PKK,Kepengurusan PKK dan buku administrasi masing-masing pokja,yaitu dari pokja 1 sampai pokja 4.Kegiatan hari ini didampingi oleh PKK dari Kecamatan Omesuri.Kegiatan persiapan dan pemantapan ini berlangsung dari pagi hingga pukul 17.30 wita.

Ibu TP PKK Desa,ibu Ira Yuannita berharap agar semoga kegiatan Kunjungan besok dapat berjalan dengan lancar.Anggota PKK Desa Balauring sanagat antusias dalam kegiatan hari ini. ( nhoer )

 

Sampah merupakan suatu benda yang tidak ternilai atau tidak berharga namun sampah sangat merugikan kehidupan Manusia,sampah bisa menjadi sarang dan sumber penyakit.

Sampah yang ada di Desa Balauring bertaburan dimana-mana,dan yang lebih banyak di temui di pesisir pantai.Untuk mengatasi masalah sampah ini maka PEMDES BALAURING menganggarkan Dana untuk membeli sebuah mobil jenis pick up sebagai sarana pengangkut sampah,dan nantinya sampah – sampah tersebut akan di buang ke Tempat Pembuangan Akhir.

Kepala Desa Balauring berharap agar dengan adanya mobil pengangkut sampah ini bisa membantu masyarakatnya agar bisa membuat Desa Balauring bebas dari sampah.Untuk itu butuh kerja sama yang baik antara Pemdes dan masyarakat.Masyarakat dilarang membuang sampah sembarangan.

Mari bersama menjaga kebersihan,mari bersama mewujudkan Balauring yang bersih,mari bersama memberantas sumber penyakit tersebut.

KARENA KEBERSIHAN SEBAGIAN DARI IMAN. ( nhoer )

 

  • Kita

Kamis,9 Januari 2020.Pemerintah Desa Balauring mengadakan Rapat Rencana Kerja bersama Lembaga Adat,Kader Posyandu Bayi/Balita dan Lansia,para RT,Guru Paud/Ra dan para Linmas.

Bapak Kades Syarif Pati Pilohi memberikan sambutan,dalam sambutannya Kades Balauring memberikan himbauan kepada peserta rapat agar bisa meningkatkan loyalitas dalam membangun Desa.Beliau juga memberikan kesempatan kepada peserta rapat untuk mengkritik Pemerintah Desa apabila ada kekeliruan atau ada ketidak puasan terhadap kinerja kerja para Perangkat Desa.

Ibu Bidan Desa Balauring,Ibu Husnawati Malimana memanfaatkan kesempatan yang di berikan oleh Pak Kades,Ibu Bidan menyarankan kepada Pak Kades agar memberikan perhatian khusus kepada ibu hamil,bayi/balita dan Para Lansia.Agar bisa menurunkan angka stunting d Desa maka kita perlu memperhatikan kesehatan ibu hamil dan bila perlu buat PERDES tentang ibu hamil yang gagal K1,ujar ibu Bapak Kepala Desa menanggapinya dengan baik dan Beliau akan menindak lanjuti saran yang diberikan oleh Ibu Bidan Desa tersebut. ( Nhoer )

 

Bakti Aksi memberantas Demam Berdarah (DBD),Pemerintah Desa Balauring bersama semua instansi yang ada di wilayah Desa Balauring bersama – sama melakukan kerja bakti  pada tanggal 20 Januari 2020,bakti tersebut dilakukan di tempat2 umum dan di sekitar lingkungan yang dianggap menjadi sarang nyamuk.Tak ketinggalan murid sekolah dari tingkat SD,SLTP dan SLTA ikut berperan serta dalam bakti tetsebut.

Demam Berdarah telah merajalela di Kabupaten Lembata dan Untuk mencegah perkembangannya maka Kepala Puskesmas Balauring meminta Kepala Desa Balauring untuk dapat mengerahkan masyarakat untuk ikut serta dalam bakti tersebut.Selamatkan Desa dari serangan DBD.

Balauring Bersih….

Balauring sehat….{ nhoer }

 

 

Sabtu,28 Desember 2019,Pemerintah Desa Balauring mengadakan Rapat pembahasan RAPBDES Tahun Anggaran 2020.Rapat dilaksanakan di Aula Kantor Desa Balauring,rapat pembahasan tersebut di hadiri oleh 22 peserta rapat.Peserta rapat tersebut terdiri dari Kepala Desa Balauring (SYARIF PATI PILOHI,SH ) bersama 14 orang perangkat Desa dan Ketua BPD Desa Balauring (Yusran Guhir) bersama 7 anggota BPD.

Dalam rancangan tersebut ada beberapa item yang sangat di perioritaskan,daiantaranya adalah Pembangunan Lapangan Futsal dan Lapangan Voli.Dan yang lainnya adalah di Bidang Kesehatan yaitu program Percepatan Penurunan Stunting,karena Stunting merupakan Problem yang juga di P1 kan oleh Bapak Bupati Lembata,Bapak Eliyatser Yentci Sunur.

Bapak ketua BPD,yakni Bapak Yusran Guhir memberi himbauan agar semoga apa yang telah di rencanakan dan dirancang ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab meminta Kepala Desa Syarif agar lebih tegas terhadap perangkat desa yang lalai dalam menjalankan tugasnya. ( Nhoer )

 

Balauring merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Omesuri,Kabupaten Lembata,Provinsi Nusa Tenggara Timur.Desa Balauring merupakan Ibu kota Kecamatan omesuri.Luas wilayah Balauring 20,30 Ha,dengan jumlah penduduk mencapai 2290 jiwa,jumlah Kepala Rumah Tangga 575 KK.

Penduduk Desa Balauring pada umumnya adalah pendatang dari luar daerah Lembata yang datang dan bermukim disini,antara lain suku Binongko,suku Bajo,Alor dan masih banyak lagi.

Wilayah desa Balauring secara Geografis berada di Ibu Kota Kecamatan Omesuri,dilihat dari Topografinya berbukit-bukit,dan terletak di pesisir pantai.Secara Administrasi Desa Balauring memiliki batas-batas sebagai berikut :

~ Sebelah Utara Berbatasan dengan Desa Dolulolong

~ Sebelah Barat berbatasan dengan Laut Flores

~ Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Hingalamamengi

~ Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Lebewala

Wilayah desa Balauring terdiri dari 5 Dusun dan memiliki 14 Rukun Tetangga,5 Dusun tersebut adalah :

  1. Dusun Utara,memiliki 4 RT,dengan jumlah penduduk 553 jiwa
  2. Dusun Barat,memiliki 3 RT,dengan jumlah penduduk 485 jiwa
  3. Dusun Selatan,memiliki 2 RT,dengan jumlah penduduk 611 jiwa
  4. Dusun Horsal,memiliki 2 RT,dengan jumlah penduduk 280 jiwa
  5. Dusun Wua”ikang,memiliki 2 RT,dengan jumlah penduduk 370 jiwa .

Penduduk desa Balauring menganut 3 Agama,yaitu Agama Islam sebesar 1764 jiwa,Agama Katholik sebesar 482 jiwa,dan Agama Protestan sebesar 51 jiwa.Penduduk desa Balauring juga memiliki beragam mata pencaharian yaitu : Peteni,Nelayan,Peternak,PNS,TNI/POLRI,Pedagang,dan masih banyak lagi.

Sekilas gambaran umum tentang desa Balauring,semoga bermanfaat buat yang baca.Nhoer

 

Kelompok Usaha Bukit Waspada Balauring. Adalah Kelompok Usaha yang ada di Desa Balauring yang mengelola hasil Laut balauring,yaitu Ikan Tuna. Ikan Tuna tersebut di olah menjadi Soto Tuna,Abon Tuna dan Kerupuk Tuna. Kelompok Usaha Bukit Waspada Balauring selalu aktif dalam kegiatan FESTIVAL 3 GUNUNG LEMBATA dan EXPO UYELEWUN RAYA yang diadakan setiap tahun.Nhoer

Musyawarh Perencanaan Pembangunan Desa atau MUSRENBANGDES adalah Forum Perencanaan ( program ) yang dilaksanakan ole lembaga publik,dalam hal ini yaitu Pemerintah Desa,bekerja sama dengan warga masyarakat dan para pemangku kepentingan lainnya.

Sabtu,07 Desember 2019,bertempat di aula kantor Desa Balauring,Pemerintah Desa Balauring melaksanakan MUSRENBANGDES untuk kegiatan pembangunan T.A 2020.Musrenbangdes ini dihadiri oleh berbagai elemen dan unsur masyarakat,baik dari RT,Dusun,Lembaga Desa,Tokoh Masyarakat,Tokoh Agama,Tokoh Adat,serta unsur lain yang terkait di Desa dan disaksikan pula oleh Pendamping Desa.

Dalam kessempatan Musrenbangdes kali ini,Kepala Desa Balauring SYARIF PATI PILOHI,SH sekaligus melaksanakan sosialisasi Rencana Pmbangunan Desa Balauring T.A 2020.Apa yang disampaikan adalah merupakan Rekapitulasi hasil usulan masyarakat dalam Musyawarah Dusun yang sudah diverifikasi oleh Tim Verifikasi Desa,dan hasil usulan tersebut telah dipilah-pilah sesuai dengan kewenangan,baik yang masuk menjadi kewenangan Desa,dan akan dibiayai dari APBDes (ADD/DD/BANPROF/BANKAB),maupun yang akan dibawa ke MUSRENBANGCAM karena usulan yang dimaksud masuk dalam kewenangan Pemerintah di atasnya.

Selain itu,pihak Pendamping Desa juga memberikan penjelasan bahwa tidak semua usulan yang dismapaikan dapat terealisasi karena semua usulan tersebut harus dicermati dengan baik.Dalam MUSRENBANGDES ini juga,Pemerintah Desa juga membentuk Tim Delegasi yang dipilih langsung oleh forum musyawarah.Tugas Tim Delegasi adalah bersama Kepala Desa menyampaikan usulan yang sudah di perioritaskan untuk diperjuangkan di Musyawarah Tingkat Kecamatan atau MUSRENBANGCAM. (nhoers)

Desa Balauring mempunyai spot wisata yang mempunyai daya tarik buat pengunjung.

Pojok cinta Balauring adalah salah satu tempat wisata yang ada di desa Balauring.

Walau pembangunan tempat wisata ini belum ? % tetapi daya tariknya hampir melebihi ?%.

 

Dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Desa Tahun Anggaran 2020,maka Pemerintah Desa Balauring melakukan Musyawarah Desa pada tanggal 07  November 2019.Musyawarah ini dilaksanakan di kantor Desa Balauring,dan di hadiri oleh lebih dari 50 peserta rapat,yaitu Ketua BPD Desa bersama anggota,Kepala Desa bersama perangkat desa,unsur lembaga kemasyarakatan desa,perwakilan kelompok usaha mesyarakat,tokoh masyarakat,tokoh agama,tokoh pendidik,perwakilan perempuan,perwakilan pemuda,para kader posyandu serta para linmas.

Musyawarah Desa dipimpin oleh ketua BPD Desa Balauring,Bpk Yusran Guhir.pada pidato pembukaannya,pimpinan musyawarah desa mengajak peserta untuk bisa mengikuti musyawarah desa dengan sebaik-baiknya.Pimpinan Musywarah Desa juga menyampaikan bahwa Musyawarah Desadilaksanakan dalam rangka Penyusunan RKPDesa Tahun 2020.

Pada kesempatan itu pula Kepala Desa Balauring,Bpk Syarif Pati Pilohi,SH menyampaikan rancangan program dan kegiatan yang menjadi prioritas untuk tahun 2020,baik di bidang penyelenggaraan pemerintahan,pembangunan,pembinaan kemasyarakatan,dan pemberdayaan masyarakat.Dalam kegiatan ini,aspirasi dan keinginan masyarakat dapat tersalurkan dengan baik,dan hasil dari Musyawarah Desa ini akan menjadi bahan masukan dalam penyusunan RKPDesa T.A 2020.

 

 

 

KEPALA DESA SYARIF PATTIPEILOHY SEKRETARIS DESA VALENTINUS TUA   KEPALA SEKSI PEMERINTAHAN NURHAYATI MUSTAPA   KEPALA SEKSI KESEJAHTERAAN AMIR WATUN   KEPALA SEKSI PELAYANAN SAMIR TEBA   KEPALA URUSAN KEUANGAN KANISIUS SUBANG   KEPALA URUSAN TATA USAHA DAN UMUM HASAN BASRI ABDULLAH LENNY   KEPALA URUSAN PERENCANAAN AHMAD IBRAHIM MAKING   KEPALA DUSUN UTARA RAHMAD […]

SEJAK memimpin Desa Balauring, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, tahun 2015, Kepala Desa bernama Syarif Pati Peilohi bertekad membenahi infrastruktur jalan, air dan listrik di desanya.

Ketika, kran keuangan di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla dibuka seluas-luasnya bagi desa, Syarif pun membulatkan tekad membenahi infrastruktur. Selain menggunakan dana desa, ia berupaya mencari pembiayaan dari pos lain, baik dari APBD II dan Provinsi. Komunikasi lintas sektor pun dijalankannya.

Serentetan program mulai digeber dari bidang pemerintahan yakni penguatan aparatur pemerintahan desa, pembangunan infrastruktur dasar air, jalan rabat, pemberdayaan masyarakat, pembentukan dan penguatan BUMDes, pembentukan kelompok dan penguatan kelompok baik nelayan, pertanian maupun produksi perikanan.

Oleh pemerintah Kabupaten Lembata, Desa Balauring ditetapkan sebagai desa Ikan Tuna. Penetapan Desa Tematik itu mendorong Kades mengajak kelompok nelayan untuk memproduksi kerupuk ikan tuna, abon ikan tuna dan kuliner tuna, soto tuna dan bakso tuna.

Syarif yang beristerikan Ira Yuanita itu memiliki tiga putri yakni Akila Zakia, Raisa Aska, Nakia Azmi. Ia bertekad menggunakan dana desa untuk memajukan wilayahnya.

“Saat ini, seluruh jalan di dalam Desa Balauring sudah dirabat semuanya. Melalui bantuan pemerintah kabupaten dan provinsi, kami juga membenahi pelabuhan yang menghubungkan Desa Balauring dengan wilayah luar Lembata antara lain Alor, Makasar dan Kupang. Selain itu kami juga berhasil membangun Jetty tempat pera nelayan menambatkan perahunya usai melaut. Di kampung nelayan ini sekaligus kami tata menjadi kampung warna warni agar menarik dipandang mata dan menarik wisatawan,” ujar Syarif Pati Peilohi.

LEWOLEBA – Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Ignasius Jonan tak disangka mengagumi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum(SPBU) Kompak Desa Balauring, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Provinsi NTT sebagai “SPBU Terindah di Dunia”.

Pernyataan tulus dari Menteri Ignasius Jonan tanpa rekayasa itu karena menyaksikan langsung pemandangan indah di sekitar lokasi SPBU. Tepatnya, diatas puncak bukit, berhadapan dengan Teluk Balauring yang menjorok jauh ke dalam dengan pepohonan Bakau yang rindang hijau. Pemandangan ke Laut Biru dengan Sunset yang indah di senja hari. “Saya sudah keliling beberapa negara di dunia. Ternyata, SPBU yang ada di Desa Balauring, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata terindah di dunia”, ungkap Menteri ESDM, Ignasius Jonan tanpa basa-basi dalam sambutannya ketika meresmikan 13 “Penyalur BBM Satu Harga”, (Jumat, 11/10/2019) di Desa Balauring,Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata.

Mendengar penyataan Menteri Jonan bahwa SPBU Desa Balauring Terindah di Dinia, hati Eliaser Yentji Sunur, Bupati Lembata berbunga-bunga. Bahkan Sunur tak menyangka muncul kekaguman sang menteri ESDM seperti ini. Memang luar biasa pemandangan dari Bukit SPBU Kompak ke Teluk Balauring. Menurut Jonan, sangat tepat dipilihnya lokasi ini menjadi lokasi pembangunan dan peresmian 13 titik Penyalur BBM Satu Harga penutup diakhir tahun 2019, karena SPBU ini adalah SPBU dengan pemandangan terindah. Lokasi ini menghadap langsung ke Laut Flores, diatas bukit, tepat diatas Teluk Balauring. Dari SPBU tersebut terlihat jelas Desa Balauring yang menjadi Ibu Kota Kecamatan Omesuri.

Bupati Sunur, mengawali sambutannya, menggambarkan Lembata lahir sebagai kabupaten definitif pada tanggal 12 Oktober 1999, berdasarkan UU No. 52 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Lembata. Saat ini terdiri dari 9 kecamatan, 144 desa dan 7 kelurahan. Jumlah Penduduk lebih dari 140. 000 jiwa. Khusus untuk dua kecamatan di Timur Lembata yakni kecamatan Omesuri dan Kecamatan Buyasuri mencapai 24.000 jiwa tersebar pada 40 desa. Karena itu, ujar Sunur, pembangunan Penyalur BBM Satu Harga disini sangat tepat untuk memenuhi kebutuhan warga terhadap BBM yang selama ini pengisian dilakukan di Kota Lewoleba yang jaraknya sangat jauh.

Di hadapan Menteri ESDM, Bupati Sunur menyampaikan bahwa kehadiran Menteri Jonan bertepatan dengan HUT Otda Lembata ke-20, sehingga sangat wajar jika saat ini meminta sesuatu sebagai kado dari pak Menteri untuk rakyat Lembata mesti dilayani. Antara lain, bantuan Kapal Tangki untuk mengakut BBM dari Jawa ke Lembata karena selama ini daya angkut kapal kayu hanya sebanyak 30 Ton BBM sangat minim untuk kebutuhan masyarakat Lembata. Selain itu, Bupati Sunur juga meminta bantuan Mobil untuk transportasi darat BBM, serta bantuan Sumur Bor demi memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Penyambungan listrik gratis kepada warga tak mampu kiranya mendapat perhatian pak Menteri ESDM.

Menanggapi sejumlah permintaan dari Bupati Lembata, eliaser Yentji Sunur, Menteri Jonan menyatakan mengabulkan seluruh permintaan tersebut karena memang sangat dibutuhkan masyarakat Lembata. Karena itu, lanjut Jonan, permintaan dimaksud segera ditindak lanjuti dengan mengirim surat kepada Menteri ESDM agar dilayani. Kalau untuk kapal tangki dapat dimanfaatkan kapal yang selama ini melayani kebutuhan BBM Wilayah Bali dan NTB, dan nantinya menyinggahi Kabupaten Lembata.

Sebelumnya, Kepala BPH Migas, M. Fanshurallah Asa mengatakan, puji Tuhan, pada hari ini kita bisa berkumpul dalam rangka Peresmian 13 Penyalur BBM Satu Harga yang tersebar di 6 Provinsi di Indonesia. Terkait pelaksanaan Program Akselerasi BBM Satu Harga, dapat dilaporkan perkembangannya sebagai berikut. Secara nasional, lanjut Asa, dari tahun 2017 sampai tahun 2019 telah dibangun 170 Penyalur BBM Satu Harga, dengan rincian 160 Penyalur oleh PT. Pertamina (Persero) dan 10 Penyalur oleh PT. AKR Corporindo,TBK.

Menurut Fanshurallah Asa, adapun sebaran 170 capaian Penyalur BBM Satu Harga Nasional adalah sebagai berikut. Sumatera 31 titik, Jawa 3 titik, Kalimantan 42 titik, Bali 2 titik, Nusa Tenggara 26 titik, Sulawesi 17 titik, Maluku dan Papua 50 titik. Program Akselerasi BBM Satu Harga diperkirakan menjangkau sebanyak 580.893 Kepala Keluarga (KK). Penyalur BBM Satu Harga di Provinsi NTT sendiri sebanyak 15 Penyalur dengan rincian sebagai berikut. Tahun 2017 telah terbangun sebanyak 2 Penyalur BBM yakni, Kecamatan Waingapu, Kabupaten sumba Timur, dan Kecamatan Atambua, Kabupaten Belu.

Tahun 2018 telah terbangun 5 Penyalur BBM Satu Harga di Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah selatan, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai dan Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende. Tahun 2019 telah terbangun 8 Penyalur BBM Satu Harga yakni, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Kecamatan Kodi Utara, kabupaten sumba Barat daya, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai dan Kecamatan Alor timur Laut, kabupaten Alor.

Kepala BPH Migas, Fansharullah Asa juga menjelaskan, secara nasional telah dilaksanakan peresmian 157 dan hari ini akan dilakukan 13 peresmian yang ke-158 sampai dengan 170 terpusat di Kabupaten Lembata, Provinsi NTT. Pihaknya juga melporkan, bahwa 12 Lembaga Penyalur PT. Pertamina (Persero) dan 1 Lembaga Penyalur PT. AKR Corporindo,TBK yang akan diresmikan oleh Menteri ESDM, Bpk Ignasius Jonan hari ini di Lembata yang tersebar di 6 Provinsi yakni, dua Penyalur di Kabupaten Lembata, dimana di Provinsi NTT 6 Penyalur yakni, 1 Penyalur di Kabupaten Ende, 1 Penyalur di Kabupaten Manggarai, 1 Penyalur di Kabupaten Sumba Barat daya, 1 Penyalur di Kabupaten Alor, 2 Penyalur di Kabupaten sorong Selatan dan 1 Penyalur di Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat, 1 Penyalur di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB, 1 Penyalur di Kabupaten Lamandau di Provinsi Kalimantan Tengah dan 1 Penyalur di Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, serta 1 Penyalur di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan.

Dengan kehadiran dua Penyalur BBM Satu Harga di Desa Balauring, Kecamatan Omesuri yang tentu saja juaga melayani pengisian BBM untuk masyarakat di Kecamatan Buyasuri, dan Penyalur BBM Satu Harga di Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan akan melayani masyarakat kota Lewoleba dan desa-desa di Kecamatan Nagawutung serta kecamatan lainnya. Selain itu, terdapat sebuah SPBU milik Alm. Amir Ratuloli sudah dibangun sejak lama telah melayani kebutuhan BBM bagi masyarakat Lembata selama bertahun-tahun. “Diharapkan tidak terjadi lagi antrian panjang pengisian BBM di Kota Lewoleba karena telah ada penambahan dua SPBU baru di Desa Waijarang dan Desa Balauring. Ini langkah maju yang dilakukan oleh Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur demi memenuhi kebutuhan BBM bagi masyarakat,“ ujar Yos Ama Suba, warga Kota Lewoleba.

Sumber : sindonews.com

SEJAK memimpin Desa Balauring, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, tahun 2015, Kepala Desa bernama Syarif Pati Peilohi bertekad membenahi infrastruktur jalan, air dan listrik di desanya.

Ketika, kran keuangan di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla dibuka seluas-luasnya bagi desa, Syarif pun membulatkan tekad membenahi infrastruktur. Selain menggunakan dana desa, ia berupaya mencari pembiayaan dari pos lain, baik dari APBD II dan Provinsi. Komunikasi lintas sektor pun dijalankannya.

Serentetan program mulai digeber dari bidang pemerintahan yakni penguatan aparatur pemerintahan desa, pembangunan infrastruktur dasar air, jalan rabat, pemberdayaan masyarakat, pembentukan dan penguatan BUMDes, pembentukan kelompok dan penguatan kelompok baik nelayan, pertanian maupun produksi perikanan.

Oleh pemerintah Kabupaten Lembata, Desa Balauring ditetapkan sebagai desa Ikan Tuna. Penetapan Desa Tematik itu mendorong Kades mengajak kelompok nelayan untuk memproduksi kerupuk ikan tuna, abon ikan tuna dan kuliner tuna, soto tuna dan bakso tuna.

Syarif yang beristerikan Ira Yuanita itu memiliki tiga putri yakni Akila Zakia, Raisa Aska, Nakia Azmi. Ia bertekad menggunakan dana desa untuk memajukan wilayahnya.

“Saat ini, seluruh jalan di dalam Desa Balauring sudah dirabat semuanya. Melalui bantuan pemerintah kabupaten dan provinsi, kami juga membenahi pelabuhan yang menghubungkan Desa Balauring dengan wilayah luar Lembata antara lain Alor, Makasar dan Kupang. Selain itu kami juga berhasil membangun Jetty tempat pera nelayan menambatkan perahunya usai melaut. Di kampung nelayan ini sekaligus kami tata menjadi kampung warna warni agar menarik dipandang mata dan menarik wisatawan,” ujar Syarif Pati Peilohi.

Berkat kerja kerasnya, Desa Balauring yang memiliki 560 kk dengan total 2.265 jiwa dan ditetapkan sebagai satu-satunya desa maju di Kabupaten Lembata, NTT. Walaupun Kepala Desa mengaku belum membentuk BUMDES, namun ia telah menginvestasikan dana desa untuk membiayai produksi kerupuk ikan tuna, abon ikan tuna dan kuliner tuna lainnya. Sementara, ada 10 orang tenaga kerja yang diserap.

“Dana desa baru menyentuh infrastruktur. Kami juga melakukan pemberdayaan kelompok ibu-ibu yang mengelola panganan berbahan dasar tuna. Belum ada BUMDes. BUMDes dalam perencanaan untuk dibentuk. Banyak kelompok seperti kelompok nelayan dan pertanian yang intervensi anggaranya dari APBD kabupaten dan bantuan provinsi. Desa tidak membiayai armada tangkap. Desa hanya mensupport modal usaha dan alat produksi yang belum dikasih pemda,” terangnya.

Syarif berencana melakukan penyertaan modal kepada kelompok usaha Ikan Tuna, namun karena infrastruktur dasar belum memadai, pihaknya berkonsentrasi ke Infrastruktur.

“Kami mau sertakan modal untuk BUMDES, hanya infrastruktur dasar kami yang harus ditingkatkan seperti air minum, rabat jalan dan Lorong serta infrastruktur lain seperti pelabuhan, jetty lain-lain. Tahun 2020 kami akan sertakan modal kepada kelompok ikan tuna, sehingga semua jenis usaha berkaitan dengan ikan tuna tidak terlepas ke pihak lain,” ungkapnya.

Sementara itu, pengelola abon ikan tuna dan keripik ikan tuna, Asi Guhir, mengatakan, pihaknya belum banyak memproduksi abon dan keripik ikan tuna dalam jumlah banyak. Akan tetapi dari hasil sehari-hari, kelompok yang dibentuknya itu dapat menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kesulitan kami adalah pemasaran. Kami promosi dengan ikut pameran dan berjualan dari rumah ke rumah saja. Belum ada bantuan dari desa agar panganan kami ini dapat dijual dalam jumlah besar. Kami berharap bantuan dari desa untuk membantu promosi dalam skala lebih besar lagi,” ujar Guhir.(OL-5)

Sumber : mediaindonesia.com

2019© Copyright I Desa Balauring I All Right Reserved